4 Tips Kerja Produktif di Era Digital

Mungkin beberapa orang ada yang ‘merasa’ kalau dirinya sudah sibuk bekerja keras. Namun, hasil dari pekerjaannya tidak terlalu berdampak secara signifikan. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya karena distraksi. 

Sebagian orang mungkin pernah mengalami pengalaman seperti ini, misal ketika Anda buka browser, satu tab untuk membuka pekerjaan, tab yang lainnya di isi facebook, lalu Youtube dan seterusnya. 

Dengan melakukan hal seperti itu, Anda akan kehilangan perhatian dan fokus. Apalagi jika Anda tidak biasa dalam melakukan pekerjaan yang multitasking. 

Nah, agar Anda tidak mudah terdistraksi dan mampu mengerjakan pekerjaan dengan lebih baik, Saya ingin membagikan 4 tips yang mudah-mudahan bisa bermanfaat dan mampu Anda praktikan:

1. Ikuti Hukum Pareto

Dalam Hukum Pareto, dikatakan bahwa, 80% hasil kerja ditentukan oleh usaha yang presentasinya 20%.

Data bisnis juga punya pola yang sama, 80% penyumbang omset dihasilkan dari 20% customer ideal.

Intinya, Anda harus bijak dalam memilih pekerjaan yang dapat memberikan dampak yang paling besar atau signifikan.

2. Prioritaskan pekerjaan yang paling sulit

Ketika bekerja, mungkin akan terasa mudah sekali untuk merasa panik saat melihat daftar pekerjaan yang semakin panjang dan waktu yang diperlukan untuk mengerjakannya semakin pendek. 

Bisa dipastikan Anda akan merasa stress, tidak bisa berpikir dengan jernih dan menjadi tidak produktif. Salah satu cara untuk bisa menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan menyusun tangga prioritas.

Intinya, Anda harus memprioritaskan pekerjaan yang paling sulit dahulu dan jika bisa, kerjakan itu di awal hari. Misalnya pagi hari, karena saat itu otak masih fresh sehingga rasa stress dan pressure masih belum menumpuk.

3. Jangan Multitasking

Dikutip dari BBC, kebiasaan menyelesaikan pekerjaan dengan cara multitasking membuat durasi pekerjaan 30% lebih lama dibandingkan apabila Anda fokus ke satu pekerjaan dalam waktu yang sama.

Mungkin sebenarnya tidak ada yang namanya multitasking pada otak, yang ada hanyalah otak berpindah fokus dari pekerjaan satu ke pekerjaan lain dalam waktu singkat.

Multitasking juga berdampak buruk pada IQ dan Sussex University saat ini sedang melakukan penelitian kemungkinan terjadinya kerusakan fisik yang dapat terjadi ketika Anda menampung banyak pekerjaan pada otak.

4. Gunakan Teknik Pomodoro

Teknik Pomodoro adalah teknik yang mengutamakan manajemen waktu dalam mengerjakan pekerjaan dan diikuti oleh waktu istirahat yang saling bergantian. Hal berfungsi agar kondisi fisik dan psikis tidak bekerja terlalu keras.

Untuk menggunakan Teknik Pomodoro, Anda bisa mengikuti Langkah-langkah di bawah ini:

  • Pilih pekerjaan yang ingin Anda selesaikan.
  • Tentukan waktu dalam mengerjakan satu pekerjaan, misal 25 menit, lalu coba untuk fokus mengerjakan pekerjaan yang sudah Anda tentukan.
  • Bukan berarti 1 pekerjaan untuk 25 menit.  Untuk memudahkan, bagi satu pekerjaan menjadi beberapa bagian tugas yang harus dikerjakan selama 25 menit.
  • Setelah 25 menit, Ambil istirahat selama 5 menit. Di waktu yang singkat ini, Anda bisa melakukan distraksi apapun, seperti melihat media sosial atau nonton video. Tapi ingat, hanya 5 menit saja.
  • Lalu, Anda harus mulai mengerjakan pekerjaan lagi untuk 25 menit berikutnya.
  • Jika Anda sudah mengerjakan pekerjaan selama 100 menit (empat kali 25 menit yang terpisah-pisah), maka Anda boleh beristirahat lebih lama, misalnya sekitar 15 hingga 20 menit.

Manfaat dari teknik Pomodoro yaitu :

  • Fokus pada pekerjaan yangs sedang dikerjakan
  • Menghilangkan kebiasaan multitasking
  • Mampu menyelesaikan lebih banyak pekerjaan karena ada rasa urgensi
  • Menghindari pola pikir kesempurnaan
  • Meningkatkan daya juang dan konsentrasi
  • Menurunkan rasa stress karena hanya mengerjakan satu hal dalam durasi waktu tertentu

Intinya, Anda mesti menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu tertentu. Jadi, selama waktu tersebut berlangsung, Anda diminta untuk tetap fokus.

Itulah pembahasan mengenai 4 Tips Kerja Produktif di Era Digital. Semoga artikel ini bisa membantu Anda meningkatkan produktivitas agar lebih aktif dan terus berkreasi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *