Membedah Teknik, Pola dan Pengertian Clickbait

Di artikel ini Kita akan bahas tentang clickbait. Terkait dengan topik clickbait ini, beberapa waktu yang lalu Saya nemu gambar gokil dari timelinenya CEO Billionaire Store, Mochammad Rizal. Menurut saya dari gambar ini sangat menarik untuk Kita bedah dan bahas baik dari sisi pengertian maupun pola clickbait.

Gambarnya seperti berikut ini :

Headlinenya :

Wow, James Blunt Menunjukkan “Sesuatu yang Besar” Miliknya.

Saat saya melihatnya, status itu sudah dibaca sebanyak 17.200 kali. Dan bisa dibilang artikel ini sangatlah viral.

Namun apakah penulis artikel asal bikin judul atau headline saja?

Kalau menurut Saya, headline tersebut dibuat dengan pemikiran yang matang dan mempertimbangkan banyak hal.

Yang paling penting, headline artikel pada gambar di atas itu, dibuat dengan menggunakan teknik Clickbait.

Saya pernah membahasnya di buku #GaraGaraFacebook.

Apa itu Clickbait dan Contohnya

Kalau saya definisikan secara sederhana, arti clickbait adalah sebuah teknik memancing ribuan klik dalam 1x postingan.

Teknik ini bertujuan untuk menarik perhatian dan mendorong pembaca untuk mengklik sebuah link halaman situs tertentu yang kita tautkan melalui status Facebook.

Misalnya, kalau Anda sering membaca artikel atau berita di website tertentu, maka Anda akan temukan headlinenya mirip seperti ini:

  • Ditetapkan Jadi Tersangka Pembangunan Stadion, YAS Berkomentar Begini (Tribun Jabar).
  • Jadi Tersangka Korupsi Stadion Gede Bage, Ini Komentar Sekretaris Dinas (Kompas).
  • Ridwan Kamil Copot Pejabat Ini karena Tersangkut Korupsi (Harian Aceh).
  • Ini Setumpuk Izin yang Dilanggar PT Summarecon (Inilah Koran).
  • Dituding Buruk Layani Pasien BPJS, Ini Jawaban RS Imanuel Lampung (Kompas).

Kalimat di atas adalah contoh-contoh headline yang menggunakan teknik Clickbait. Coba Anda perhatikan, banyak “misteri” nya, ditandai dengan kata “ini” dan singkatan nama.

Membedah Pola dan Teknik Clickbait

By the way, sudah banyak banget yang menggunakan teknik ini dalam iklan dan website mereka. Saya tidak ingin membahasnya lagi. Bisa jadi basi.. Sayanya aja bosen ngasih contohnya. Hehe..

TAPI…

Yang ingin Saya bahas disini adalah bagaimana NLP (Neuro Linguistic Programming) membedah teknik ini.

Pola Clickbait 1 : Serba Tidak Jelas

Disadari atau tidak, teknik clickbait ini memiliki pola serba tidak jelas seperti ini :

  • Simple Deletion: kalimat tidak lengkap.
  • Lack of Referential Index: kata ganti tidak jelas/misteri.
  • Comparative Deletion: perbandingan tidak jelas.
  • Unspecified Verb: yang dilakukan tidak jelas.

Coba perhatikan penjelasan dari pola clickbait berikut ini…

Karena banyak yang “tidak jelas”, akhirnya menimbulkan rasa penasaran bagi pembacanya.

Karena penasaran, maka keinginan untuk klik link-nya pun makin tinggi. Diklik deh… Kena deh jebakan betmennya! 😂

Contoh, saat menautkan artikel website Anda di status Facebook, judulnya begini:

  • Lihat apa yang dilakuan Anak Kecil ini, akan membuat Anda menangis!
  • Ketika Saya mendapatkan pesan ini 30 tahun yang lalu, Saya acuh tak acuh, tapi sekarang?
  • Resign dari kerjaan, orang ini Mendadak Kaya dalam Waktu Singkat. Kenapa?
  • Setelah Gunakan Produk ini, mereka jadi tiba-tiba Tahan 3 jam di atas ranjang. Wow!
  • Begituan 5x sehari akan membuat Anda makin sehat dan awet muda!

Bagaimana, kebayang? 😊

Clickbait untuk meningkatkan traffic website

Sebenarnya, teknik clickbait adalah “modus” yang sering dilakukan oleh para pebisnis online untuk meningkatkan traffic atau pengunjung websitenya. Teknik ini juga bisa Anda gunakan untuk mengubah follower menjadi loyal customer secara efektif.

Pada praktiknya, jebakan klik ini dilakukan dengan:

  • Judul sensasional, layaknya “koran-koran kuning” (yellow paper).
  • Judul berupa kalimat tanya, misalnya: “Apa Pendapat Robert Kiyosaki mengenai Bisnis Network Marketing ini? Inilah Jawabannya”.
  • Menggunakan kata “inilah” atau “ini dia“. Jenis judul ini berusaha “menyimpan misteri” yang (mungkin) bisa membuat pembaca penasaran.
  • Menggunakan kata seru, seperti: Wow!, Keren!, Duh!, Astaga!. Contoh: “Wow! Buku fenomenal ini terjual 14.500 eksemplar saat pertama launching”.

Pola Clickbait 2 : Menyertakan Gambar yang relevan

Tentu, selain judul yang memprovokasi rasa penasaran, juga harus menyertakan gambar yang relevan dengan judul yang ditampilkan untuk memperkuat rasa penasaran tersebut.

Kenapa?

Karena otak manusia itu berkerja secara visual. Dengan kita memberikan ilustrasi yang tepat maka kita telah menggerakkan imajinasi mereka sesuai yang kita inginkan.

Biasanya, dalam gambarnya pun diberikan efek tanda panah merah pada gambar tertentu untuk membuat rasa penasarannya semakin besar.

Saran Saya, Anda boleh gunakan teknik ini untuk menarik perhatian pembaca, tapi dalam batas yang sewajarnya.

Maksudnya?

Ya jangan berbohong dan terlalu lebay. Biasa aja kali. Sewajarnya saja..

Dapat ilmu baru? Bermanfaat? Silakan share..

Ada yang mau ngasih contoh headline headline jualan produknya yang pakai clickbait, silakan tulis di kolom komentar.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *