fbpx

Apa itu Podcast? Ini Format, Jenis & Cara Membuatnya

Podcast telah menjadi bagian dari gaya hidup digital yang semakin digemari. Dari obrolan ringan hingga diskusi mendalam, format ini menawarkan kebebasan bagi pendengar untuk memilih konten sesuai minat mereka. Bukan hanya sebagai hiburan, podcast juga membuka peluang bagi kreator untuk membangun audiens, berbagi wawasan, bahkan menghasilkan pendapatan. Tapi, sebenarnya apa itu podcast? Bagaimana cara membuatnya? Dan format apa yang paling cocok untuk Anda? Yuk, kita kupas tuntas semuanya di sini!

Apa itu Podcast

Podcast adalah konten audio on demand yang bisa dinikmati secara online lewat streaming atau offline setelah diunduh sesuai dengan platform yang digunakan.

Platform podcast sendiri ada banyak, mulai dari Spotify, Google Podcast, Apple Podcast TuneIn Radio sampai YouTube Music.

Ini tentunya cukup menarik karena podcast itu singkatan dari iPod broadcast. Ya, arti podcast memang merujuk ke salah satu produk dari Apple, iPod.

Istilah itu sendiri pertama kali dipakai oleh Ben Hammersley di tahun 2004 dan menjadi populer sebagai salah satu format konten audio yang bisa dinikmati di perangkat digital?

Podcast adalah konten audio on demand yang dinikmati secara streaming atau download

Lalu, apa maksudnya on demand? Podcast adalah konten audio yang bisa meliputi berbagai topik yang bisa dipilih sesuai keinginan pendengarnya.

Ingin topik hiburan, berita, humor, cerita fiksi, atau serial horor? Semuanya ada, sesuai dengan channel podcast yang Anda suka.

Ini juga salah satu alasan kenapa podcast terasa lebih segar dibandingkan radio tradisional.

Untuk menikmati podcast sebagai konten audio digital itu bisa gratis atau berbayar. Tak heran, podcast adalah salah satu produk digital yang cukup menjanjikan cuan.

Kami akan membahas tentang itu, tapi saat ini mari kita bahas berbagai format podcast terlebih dahulu.

Format Podcast

Seiring dengan berkembangnya podcast, kini ada delapan format podcast yang sering dipilih oleh podcaster saat membuat konten. Apa saja?

1. Interview

Seperti namanya, podcast interview adalah format podcast di mana host atau podcaster ngobrol dengan seorang atau beberapa tamu. Biasanya, tamu yang diundang merupakan orang yang punya keahlian atau pengalaman sesuai dengan niche podcast tersebut.

Salah satu contoh podcast interview yang terkenal adalah Close the Door milik Deddy Corbuzier atau The Friday Podcast dari Makna Talks.

Ingin membuat podcast channel dengan format co-hosted? Satgas bisa jadi contohnya

2. Monolog

Format podcast monolog membuatpodkesma podcaster sebagai bintang utama. Mereka akan menyampaikan ide, cerita, atau informasi secara langsung kepada pendengar mereka.

Biasanya mereka itu ahli di bidang tertentu dan berbagi informasi lewat konten audio digital. Salah satu contoh podcast monolog yang sedang trending adalah podcast Timothy Ronald.

3. Co-hosted

Kalau Anda ingin mengajak seorang teman untuk membuat sebuah podcast menjadi produk digital, maka format podcast yang paling tepat adalah Co-Hosted.

Ada yang menyebutnya sebagai format podcast conversational karena memang percakapan antara dua host podcast yang selalu ada di setiap episode dari podcast tersebut.

Untuk dapat gambaran, Anda bisa mendengarkan salah satu channel podcast baru yaitu REMAS with Ray and Tumbas atau juga Farhat Indy Satgas.

Contoh podcast Co-Hosted dari Satgas

4. Panel

Salah satu format podcast populer di Indonesia adalah podcast panel, di mana beberapa orang menjadi host. Bintang tamunya bisa satu orang atau lebih.

Bahkan, kalau di niche musik, kadang  satu grup band bisa menjadi bagian dari diskusi di episode podcast itu.

Ada banyak contoh podcast panel dan salah satu yang terkenal itu Podkesmas, dimana ada empat host yaitu Imam Darto, Ananda Omesh, Angga Nggok, and Surya Insomnia di sana.

5. Storytelling

Format podcast ini mirip monolog. Jadi, ya hanya ada satu podcaster. Bedanya, podcast ini mengandalkan storytelling sebagai daya tarik channelnya.

Host podcast akan menceritakan cerita, baik fiksi maupun non-fiksi, sesuai dengan niche yang dipilih. Topiknya bisa tentang cinta, sejarah, horor, bahkan teori konspirasi.

Contoh podcast storytelling adalah dari channel RJL5 dan Nessie Judge.

Podcast adalah salah satu konten yang pas untuk storytelling

6. Audio Drama

Audio drama adalah format podcast yang menyampaikan cerita lewat dialog, efek suara, dan musik. Tujuannya, menciptakan pengalaman seru dari sebuah konten audio digital.

Kalau Anda pernah mendengar drama radio seperti Tutur Tinular atau Misteri Gunung Merapi, Anda pasti paham konsepnya. Bahkan, serial itu sudah ada versi podcastnya, lho.

7. Repurposed Content

Beberapa content creator tak memulai podcast dari nol. Jadi, mereka membuat podcast dari konten yang sudah ada. Misalnya konten blog, atau video YouTube.

Contoh format podcast repurpose dari Gita Wirjawan

Terutama untuk video di YouTube, kadang proses produksinya bisa dilakukan sekali. Dengan konten yang persis sama, hanya dijadikan konten audio digital.

8. Hybrid

Hybrid adalah format podcast yang campuran. Di satu channel, podcaster bisa menggunakan berbagai format konten.

Di satu episode podcast ada wawancara dengan seorang tokoh. Di lain waktu, bisa berupa cerita untuk menjelaskan fenomena tertentu. Atau, bisa menjadi podcast monolog.

Jenis-Jenis Podcast

Sudah tahu format podcast yang bisa dipakai? Sekarang, saatnya memilih jenis podcast yang ingin Anda bawakan, yang biasanya berkaitan dengan topik yang akan diangkat:

  • Komedi — Podcast komedi itu biasanya dipandu oleh host yang kocak. Misalnya, Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga dari Agak Laen Podcast. Tujuannya memang membuat pendengar tertawa seru dengan semua leluconnya.
  • Bisnis — Suka bahas informasi bisnis? Pilih jenis podcast ini saja. Tak harus semua lingkup bisnis, bisa fokus pada satu aspek saja, seperti UMKM. Ini yang dilakukan Kasi Solusi.
  • Relationship — Jenis podcast yang sering membahas masalah hubungan asmara, pertemanan atau bahkan parenting. Contohnya, Teman Tidur yang cukup seru.
  • Politik — Podcast ini memberikan wawasan mendalam tentang isu-isu terkini melalui narasumber beragam, menawarkan perspektif berbeda dari analisis kebijakan pemerintah hingga dampaknya pada masyarakat.
  • Sejarah — Banyak yang menganggap pelajaran sejarah itu membosankan. Tapi, coba dengar podcast! Konten audio bisa bikin sejarah jadi seru. Cek deh channel Ngobras, Sejarah Tokoh Dunia, atau Podcast Sejarah Indonesia.
  • Religi — Dulu, mendengarkan ceramah agama di radio itu hal umum. Makanya, begitu podcast muncul, menyimak ceramah online langsung jadi kebiasaan baru.
  • Lifestyle — Jenis podcast ini seakan tak  ada habisnya. Ada saja topik yang bisa dibahas. Cakupannya juga luas, mulai dari fashion, makeup, traveling, makanan, dan lainnya.
  • Olahraga — Kalau Anda seorang gila bola dan mau setiap obrolan tren sepak bola jadi  yang asyik, jenis podcast ini bisa jadi pilihan. Buat inspirasinya, coba cek channel Bicara Bola atau Box2Box.
  • Berita — Tempo, Narasi, CNN. Semua media besar itu juga punya channel podcast, lho! Artinya, konten audio seperti podcast masih punya potensi besar buat menarik audiens.
  • Teknologi — Informasi seputar teknologi cuma cocok untuk video YouTube? Kenyataannya, banyak podcast teknologi seperti Bedah Teknologi dan Ngobrolin Startup dan Teknologi punya banyak views, kok.
  • Pop Culture — Kalau Anda suka bahas apa yang sedang tren di dunia musik atau film, maka jenis podcast ini bisa jadi pilihan. Passion Anda di niche itu bisa jadi jaminan untuk konten yang seru, lho.
  • Horor — Meskipun sudah ada channel Lentera Malam atau Besok Pagi, jenis podcast ini masih menjanjikan. Soalnya, masih banyak yang takut untuk menceritakan kisah-kisah horor. Jadi, inilah peluang emas bagi Anda
  • Drama — Siapa bilang drama harus selalu di televisi? Banyak orang justru mencari pengalaman yang lebih seru lewat podcast. Dan jenis podcast drama cukup populer.
Jenis podcast sejarah juga cukup menjanjikan sebagai tema channel podcast

Manfaat Podcast

Apa sih sebenarnya manfaat podcast? Kan sudah ada konten video di YouTube atau TikTok? Nah, ini beberapa manfaat buat pendengar maupun podcaster:

1. Hiburan Gratis

Terutama untuk genre lifestyle, komedi, atau pop culture, manfaat podcast adalah sebagai hiburan gratis yang bisa dinikmati di berbagai platform.

Coba deh buka Spotify. Di sana, Anda akan menemukan beragam konten podcast yang bisa didengarkan secara online tanpa biaya. Kualitas kontennya juga keren, lho.

2. Belajar Hal Baru

Mau tahu cara memulai bisnis yang tepat? Penasaran dengan pengalaman para pelaku UMKM yang sudah melewati berbagai rintangan, membangun usaha mereka, dan akhirnya sukses?

Beragam potensi bisnis yang ada saat ini bisa jadi sumber belajar yang mudah diakses kapan saja dan di mana saja lewat podcast lho.

3. Mengisi Waktu Dengan Hal Positif

Saat menunggu kedatangan KRL atau saat sudah janjian dengan teman di suatu lokasi, mendengarkan podcast adalah cara yang efektif untuk mengisi waktu.

Selain itu, ini juga merupakan salah satu tips untuk bisa merasa punya teman saat Anda sedang sendiri.

4. Mengistirahatkan Mata dari Layar

Konten audio visual memang lebih seru, tapi konsekuensinya Anda harus terus-menerus menatap layar. Buat beberapa orang yang sensitif terhadap cahaya, ini bisa membuat mata lelah.

Nah, podcast adalah salah satu solusi dari hal ini. Dengan podcast, Anda tetap bisa menikmati konten dan mendapatkan manfaatnya tanpa harus melihat layar ponsel.

5. Membantu Fokus

Saat Anda belajar dari buku, sering ada inner voice yang mengganggu fokus dan membuat kecepatan membaca menjadi lebih lambat, kan?

Nah, dengan mendengarkan podcast, Anda bisa lebih fokus ke materi, karena otak Anda  lebih terfokus ke informasi di konten audio itu, bukan pada suara dalam pikiran Anda.

6. Memperluas Jangkauan Audiens

Bukan cuma buat pendengar, podcast juga bermanfaat buat content creator, terutama mereka yang sudah punya konten di berbagai platform seperti Youtube, TikTok, atau blog.

Podcast bisa jadi cara menjangkau pasar yang lebih luas. Soalnya, formatnya berbeda, jadi bisa menarik audiens yang selama ini belum menikmati konten Anda

7. Membangun Kredibilitas

Bagi beberapa content creator, membuat podcast juga cara untuk membangun kredibilitas. Soalnya, Anda bisa punya berbagai konten berkualitas yang ada di berbagai platform dan format.

Itu menunjukkan kalau Anda memang serius memberikan informasi yang sesuai dengan niche yang Anda geluti.

8. Sumber Pendapatan

Banyak konten podcast yang bisa dinikmati gratis. Tapi, kadang ada iklan kan? Nah, itu bisa jadi sumber pendapatan bagi content creator lewat sistem bagi hasil dengan platform.

Yang menarik, konten podcast itu sendiri bisa kok dijadikan produk digital. Jadi, hanya bisa diakses oleh mereka yang membelinya.

Tenang, sudah ada platform yang menawarkan layanan seperti ini, salah satunya adalah Utas.

Utas adalah platform untuk jualan produk digital berupa konten podcast

Cara Membuat Podcast

Sudah tahu manfaatnya, kan? Jadi penasaran bagaimana cara membuat podcast? Ini langkahnya:

1. Memilih Topik

Cara membuat podcast dimulai dengan memilih topik. Apa sih yang mau Anda bahas? Bisnis, politik, olahraga, atau gaya hidup? Ini ibarat tema konten podcast.

Anda tidak bisa lho menggabungkan semuanya. Bisa-bisa fokus Anda membuat konten jadi kabur, kualitas konten buruk, dan tak ada yang mau mendengarkan podcast Anda.

2. Merancang Format Podcast

Kalau sudah punya topik, saatnya merancang format podcast yang pas. Apakah Anda ingin sebagai bintang utama dengan monolog? Atau ingin mengajak teman sebagai co-host?

Ingat, meskipun topiknya serupa, podcast Anda bisa jadi unik dengan format yang pas dengan kepribadian Anda sebagai host dan target audiens.

3. Menentukan Audiens

Siapa target audiens-nya? Nah, itulah langkah di cara membuat podcast berikutnya. Eits, jangan hanya dikira-kira, ya. Tapi harus dirumuskan dengan baik.

Biasanya, Anda akan butuh membuat persona, yaitu representasi pendengar Anda nantinya. Kenali usia, jenis kelamin, pekerjaan sampai gaya hidup mereka. Gunakan data yang ada, ya!

4. Mencari Nama Podcast

Nama podcast adalah branding yang melekat pada Anda dan persepsi pendengar. Pilihlah nama yang mudah diingat, sesuai topik, dan pastinya belum ada yang menggunakan.

Misalnya, podcast Anda itu jenisnya komedi, maka nama plesetan seperti Podkesmas bisa jadi inspirasi. Soalnya, menggambarkan kesan tidak serius yang langsung mengena.

5. Buat Tampilan Channel Menarik

Kalau Anda pakai platform seperti Spotify, tampilan channel Anda mungkin akan mirip yang lain. Tapi, elemen pembeda seperti banner, ikon, dan deskripsi itu penting  buat dipikirkan.

Jenis Podcast relationship yang cukup seru dinikmati

Bagi pendengar yang penasaran sama arti podcast Anda, mereka akan lihat bagian About yang penuh deskripsi itu. Bagian itu dekat sama tombol follow. Jadi, penting dimanfaatkan.

6. Siapkan Peralatan

Kualitas suara itu kunci bagi konten audio, seperti podcast. Tanpa peralatan rekaman yang mumpuni, bisa-bisa pendengar langsung pergi, kan?

Maka, pastikan peralatan podcast Anda cocok dan sesuai dengan format podcast yang dibuat. Mulai dari mic, pop filter, sampai headphone dan bahkan audio mixer.

7. Pilih Platform Podcast

Saat ini, podcast adalah salah satu konten yang mudah dibuat berkat berbagai pilihan platform podcast. Bahkan, Anda tak perlu menyiapkan software rekaman khusus, lho.

Salah satu contoh platform podcast

Beberapa platform seperti Spotify for Podcast, sudah membekali platform untuk merekam, menambahkan efek, dan mengunggahnya ke platform mereka. Cukup praktis, kan?

8. Rekam Episode Pertama

Inti langkah utama dalam cara membuat podcast, merekam audio untuk episode pertama podcast Anda. Sebisa mungkin, lakukan proses ini di ruangan yang tak banyak suara lain.

Bila perlu, siapkan dulu script untuk memandu transisi percakapan, dari pembukaan, konten utama, dan penutup. Tentukan audio untuk memisahkan masing-masing bagian.

9. Edit Rekaman Suara

Beberapa platform podcast ada yang menawarkan fitur edit langsung. Namun, ada juga yang sifatnya terbatas. Jadi, kadang Anda akan butuh software tambahan.

Jangan pernah upload tanpa editing dulu, ya! Hapus bagian yang mengganggu seperti noise atau gumaman. Tambahkan musik di bagian yang tepat untuk memperkuat narasi podcast.

10. Upload Konten

Kalau semua proses editing selesai, cara membuat podcast bisa Anda lanjutkan dengan upload konten. Pastikan file yang diupload di kisaran 128-192 kbps, ya.

Jangan lupa berikan judul, deskripsi episode podcast dan tag yang tepat.

11. Promosikan Podcast

Jangan hanya menunggu pendengar datang ke podcast Anda. Bantu mereka untuk tahu konten berkualitas Anda. Lakukan promosi di media sosial seperti Instagram atau Facebook.

Berikan deskripsi singkat dan sematkan link untuk bisa mengakses episode podcast Anda itu. Kalau perlu minta juga audiens untuk memberikan rating kalau mereka suka.

12. Jalankan Monetisasi

Oh ya, bagaimana kalau Anda ingin dapat uang dari konten podcast? Tenang, tinggal pilih strategi monetisasi mana yang pas.

Ingin dapat bagi hasil dari iklan? Platform umum seperti Spotify mungkin cocok. Atau, Anda bisa melakukan pitching brand untuk menjadi sponsor.

Ingin yang langsung jadi cuan? Jual saja konten podcast sebagai produk digital di platform seperti Utas.

Di sana, ada fitur landing page, anti pembajakan, kemudahan pembayaran, integrasi Facebook Ads, dan URL shortener. Itu semua bisa membantu upaya penjualan Anda, lho.

Kesimpulan

Wah, Anda sudah belajar banyak tentang apa itu podcast, ya? Singkatnya, podcast adalah konten audio yang diakses online lewat streaming atau offline dengan cara download dulu.

Anda juga sudah belajar arti podcast, format, jenis, dan manfaatnya, kan? Bahkan, kami juga sudah menjelaskan cara membuat podcast, lho. Tertarik membuatnya sekarang?

Boleh, tapi jangan lupa kalau ingin membuatnya jadi produk digital, gunakan Utas, ya. Anda bisa memanfaatkan fitur anti pembajakan untuk melindungi konten dan reputasi Anda dan masih banyak lagi.

Semoga informasi ini bermanfaat. Kalau Anda ingin lebih banyak tips dan trik seputar pembuatan konten, jangan ragu untuk membaca artikel di blog Utas, ya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *