fbpx

Apa Itu STP? Manfaat, Tahapan dan Contoh

Persaingan bisnis saat ini semakin kuat berkat adanya digitalisasi sehingga mengharuskan para pebisnis untuk berinovasi dan melakukan pendekatan ke pelanggannya. Salah satunya adalah STP marketing. STP adalah cara untuk identifikasi pasar mulai dari segmentasi, menentukan target, sampai posisi. 

STP kepanjangan dari Segmenting, Targeting, dan Positioning dimana itu merupakan cara efektif untuk menyesuaikan kebutuhan pelanggan. 

Lalu, bagaimana caranya? Apa saja tahapannya dan implementasinya untuk bisnis? Anda harus tahu untuk bisa mengoptimalkan sumber daya dan pemasaran. Yuk kita simak bersama. 

Apa Itu STP? 

Dalam dunia marketing, ada istilah seperti STP untuk menjalankan bisnis. Lalu apa itu STP? STP adalah istilah Segmenting, Targettng, dan Positioning. Jadi, STP marketing adalah singkatan untuk melakukan pemasaran di perusahaan. 

Beberapa perusahaan menerapkan konsep ini karena dinilai efektif untuk menjalin hubungan komunikasi yang baik dengan para pelanggan. Tahap dalam STP marketing adalah cara untuk mengetahui posisi terbaik perusahaan. 

Tak hanya itu, kegunaan dari STP ini juga memberikan kemudahan dalam menyampaikan pesan yang sejalan dengan pelanggan. Penting dipahami jika model STP adalah berfokus pada efektivitas kampanye untuk brand tersebut. 

Dengan demikian, apabila Anda menerapkannya pembagian bisnis akan menjadi lebih baik dan tersegmentasi. Hal ini karena sudah ada aturan positioning di dalamnya. 

Tahapan STP

Jika Anda sudah mengetahui apa itu STP berikutnya adalah beberapa tahapan STP. STP adalah teknik pemasaran yang bagus untuk menentukan target pasar terbaik. Selain itu, STP juga berguna untuk memposisikan penjualan produk atau layanan perusahaan dengan tepat. 

Beberapa tahapan STP adalah sebagai berikut: 

1. Identifikasi dan Analisis Pasar 

Tahapan pertama dalam STP marketing adalah identifikasi serta analisis pasar. Hal ini adalah langkah pertama untuk melakukan model marketing ini. Identifikasi dan analisis pasar ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan dan perilaku customer. 

Anda dapat memulainya dengan mempertimbangkan beberapa poin berikut sebelum menentukan segmentasi pasar. 

  • Pahami beberapa faktor customer, yang mempengaruhi bisnis diantaranya adalah demografi, psikografis, sampai dengan perilaku customer. 
  • Perlu ilmu yang mendalam terkait segmentasi pasar dan target pasar yang dibutuhkan bisnis. 

2. Segmenting atau Segmentasi Pasar 

Setelah Anda sudah mengidentifikasi pasar dan menganalisisnya, kini saatnya membagi pasar atau segmenting berdasarkan kelompok-kelompok tertentu. Pembagian pelanggan ini berdasarkan karakteristik yang sama. 

Segmentasi yang dilakukan oleh perusahaan akan mempermudah dalam menentukan kelas pelanggan yang cocok sesuai  dengan produk atau layanan. 

Berikut ini adalah tahapan dalam menentukan segmentasi: 

  • Demografis: pemilihan target pasar yang dilihat dari umur, pendidikan, status, jenis kelamin, dsb. Nantinya, pemilik bisnis dapat mengelompokkan calon pelanggan potensial dari relevansi segmentasi tersebut dengan produk atau layanan Anda. 
  • Psikografis: dalam tahapan ini, segmentasi pemasaran yang dilakukan untuk memahami kebiasaan dari pelanggan tersebut. Selain itu, dinilai juga kecenderungannya dalam melakukan pembelian. Untuk itu, Anda perlu tahu bagaimana gaya hidup, hobi, sampai status sosial dari customer. 
  • Geografis: segmentasi dalam STP adalah geografis yaitu dari tempat tinggal konsumen. Hal ini penting diketahui untuk mengetahui budaya dan komunikais sehingga dapat mengiklankan produk secara maksimal. 
  • Kepercayaan: kepercayaan customer seperti agama, politik, sampai nilai yang dianut juga termasuk bagian penting dalam segmentasi. Dari kepercayaan target pasar ini, Anda dapat membuat pesan terbaik agar pemasaran lebih mudah diterima. 

3. Targeting atau Penentuan Target Pasar 

Tahap berikutnya adalah menentukan target pasar yang relevan dengan goals perusahaan. Target pasar dalam STP adalah kelompok pelanggan yang akan dijadikan sasaran strategi marketing. Untuk itu, Anda perlu mempertimbangkan beberapa poin lainnya dalam target pasar ini. 

Contohnya seperti tingkat kompetitor, potensi keuntungan yang didapatkan, ukuran pasar, dsb. Dalam menentukan target pasar, Anda juga harus menyesuaikan ketersediaan sumber daya yang dimiliki. Ada pila dalam menentukan target pasar, diantaranya adalah sebagai berikut: 

  • Single Segment Concentration: berfokus pada satu segmen
  • Selective Specialization: terdiri dari beberapa segmentasi dinilai dari kelebihan tertentu. 
  • Product Specialization: pemilihan target pasar dari produk tertentu. 
  • Market Specialization: fokus pada kebutuhan dari customer dari pembagian tertentu 
  • Full Market Coverage: untuk semua kelompok 

4. Positioning Produk 

Tahap terakhir STP adalah positioning. Sesuai namanya, maksud dari pemasaran ini yaitu menentukan posisi brand terhadap target pembagian yang sudah dipilih. Pada tahapan ini, Anda perlu beberapa pertimbangan seperti faktor yang mempengaruhi customer membeli produk. 

Selain itu, perhatikan juga apa saja yang membuat produk lebih disukai pelanggan dibandingkan pesaing dengan penjualan sama. Identifikasi tersebut diperlukan sehingga Anda dapat menemukan ciri khas dari brand Anda. Dengan demikian, dapat memposisikan dengan baik pemasaran seperti apa kedepannya. 

Setelah menentukan positioning yang terbaik, pilih juga platform yang memudahkan Anda untuk mengelola pemasaran menjadi lebih efektif dan menjangkau banyak orang seperti Utas. 

Contoh Penerapan STP 

Jika sudah memahami tahapannya, berikut akan dijabarkan pula penerapan STP pada tiap tahapannya. Contoh STP adalah sebagai berikut: 

1. Industri Makanan dan Minuman 

Contoh pertama penerapan STP adalah industri FnB. Pertama, perlu melihat segmentasi, targeting, dan positioning. 

  • Segmentasi: dilihat dari usia seperti untuk kalangan anak-anak, remaja, atau dewasa. Selain itu, bisa dilihat dari minat rasa calon pelanggan seperti asin atau manis. 
  • Targeting: memilih target pasar untuk anak-anak dengan minuman susu sehat serta berbagai rasa buah-buahan.
  • Positioning: memposisikan minuman yang dijual dengan menonjolkan gaya hidup sehat dan praktis untuk anak-anak. 

2. Industri Fashion 

Contoh lainnya untuk industri fashion STPnya adalah sebagai berikut: 

  • Segmentasi:  dilihat demografi seperti gaya hidup, bentuk badan, jenis kelamin, status sosial. 
  • Targeting: menargetkan ibu rumah tangga berusia 25 tahun keatas dengan pakaian rumah yang nyaman dipakai tapi tetap stylish. 
  • Positioning: memposisikan brand untuk fashion kalangan menengah kebawah yang murah serta nyaman dipakai. 

3. Industri Teknologi 

Terakhir, yaitu untuk industri teknologi contohnya yaitu: 

  • Segmentasi:  dibagi dari tingkat pengetahuan dari teknologi seperti untuk pemula, atau professional. Dilihat juga berdasarkan 
  • Targeting: menargetkan pemain game yang sudah professional dengan teknologi premium serta fitur kualitas tinggi. 
  • Positioning: memposisikan game ini untuk kompetisi atau perlombaan para gamer. Oleh sebab itu, disediakan game ini dengan spesifikasi game tinggi. 

Manfaat STP Marketing 

STP marketing perlu diterapkan untuk meningkatkan omset, memperkuat citra, serta sesuai tujuan perusahaan. Adapun secara rinci manfaat STP marketing adalah sebagai berikut: 

  • Strategi marketing berjalan lebih efektif. Hal ini karena sesuai dengan target pasar dan sumber daya dimanfaatkan secara lebih optimal. 
  • Memperkuat brand karena bisa menonjolkan keunikan dari merek tersebut. 
  • Meningkatkan loyalitas pelanggan karena produk atau layanan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. 
  • Sebagai pembeda dengan kompetitor. 
  • Sebagai wadah untuk mengembangkan perusahaan lebih baik dengan menilai kebutuhan pasar dan menyediakan produk yang inovatif. 

Itulah serangkaian pembahasan terkait dengan strategi pemasaran STP. Teknik STP adalah dasar untuk kesuksesan pemasaran melalui via digital. Anda bisa menerapkan konsep ini pada platform Utas untuk memperlancar proses penjualan produk fisik atau digital Anda. 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *