3 Teknik Upselling ala Starbucks

Mungkin Anda sudah tidak asing dengan brand yang satu ini yaitu Starbucks.

Starbucks dikenal sebagai cafe asal Amerika yang menawarkan berbagai macam menu kopi dan kini sudah menjadi brand yang sangat terkenal di seluruh dunia dan memiliki value dengan nilai yang sangat mahal. 

Karena kemampuannya dalam membangun brand, Starbucks bisa menjadi terkenal dan menduduki peringkat ke-57 di dunia menurut hasil studi dari Interbrand.

Mungkin, beberapa dari kita cuma sekedar tahu beli-beli saja dan tidak penasaran sama strategi marketing yang diguanakan oleh Starbucks, Mangkanya kali ini, Saya ingin membahas tentang 3 teknik upselling yang digunakan oleh Starbucks yang mungkin bisa dicontek dan terapkan untuk bisnis Anda.

Dan inilah dia 3 Teknik Upselling ala Starbucks:

Extreme Upselling

Dari starbucks Anda mungkin bisa belajar kalau pas mau bikin penawaran itu jangan cuma sekedar satu penawaran aja. 

Contohnya, kalau Anda pesan coffee di starbucks pasti pernah ditawari topping seperti caramel sauce, cream, atau yang lainnya. Bahkan pas mau bayar juga masih saja ditawari untuk beli makanan sekalian. 

Bagi Anda yang pernah mengikuti Workshop saya yaitu Extreme Funneling, Anda mungkin tahu bagaimana aktivitas di belakang layar (back end) mampu menghasilkan uang yang lebih banyak ketimbang di depan layar (front end). 

Maksudnya, Kalau Anda ingin menjual sebuah produk, jangan pernah lupa untuk membuat program upselling terlebih dahulu sebelum dijual ke publik.

Menghadirkan New Experience

Mungkin ada yang masih belum tahu kalau Starbucks menyediakan konsep “Starbucks Experience Bar” di beberapa cabangnya. 

Konsep “Starbucks Experience Bar” ini akan memberikan pengalaman baru untuk para pelanggan yang ingin mencoba menyajikan dan membuat kopinya sendiri yang akan dipandu oleh barista dari Starbucks.

Konsep tersebut muncul melalui riset pasar untuk menjawab kebutuhan pelanggan kalau ternyata ada juga pelanggan yang lebih membutuhkan konten ketimbang kopi, atau sebaliknya.

Pelajaran yang bisa diambil dari poin kedua ini yaitu sebuah bisnis harus mampu menjawab kebutuhan pasar. Karena itu, menghadirkan pengalaman baru, mungkin bisa menjadi teknik Upselling yang menjanjikan.

Menjaga Konsistensi Brand

Walaupun banyak yang bilang Starbucks mahal, kopinya biasa aja, atau komentar-komentar negatif lainnya, Starbucks tidak pernah menurunkan standarnya dan terus mengikuti persaingan pasar dan kompetitornya.

Ini membuktikan kalau Starbucks menjaga konsistensi brandnya dan mampu menyesuaikan keadaan pasar.

Untuk menjaga konsistensi brand, Anda perlu yang namanya “brand blueprint strategy” agar strategi yang Anda buat dapat diterapkan secara konsisten oleh cabang perusahaan, karyawan, reseller dan pihak yang terkait di dalam perusahaan.

Itulah dia 3 Teknik Upselling ala Starbucks.

Semoga Teknik Upselling Sadis ala Starbucks ini bisa bermanfaat dan mampu menambah wawasan Anda mengenai ilmu tentang bisnis. Dan jangan lupa untuk dicoba dan dipraktekkan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.