fbpx

Kenapa Calon Pembeli Tidak Menyelesaikan Pembayaran?

Banyak seller beranggapan bahwa ketika seseorang sudah membuka halaman checkout, maka transaksi tinggal menunggu waktu. Faktanya tidak demikian.

Menurut riset terbaru dari Baymard Institute, rata-rata tingkat cart abandonment (pengunjung yang batal menyelesaikan pembelian setelah masuk ke checkout) masih berada di angka 70,19%. Artinya, dari setiap 10 orang yang sudah menunjukkan minat membeli, sekitar 7 orang tidak menyelesaikan transaksinya.

Walaupun angka tersebut berasal dari industri e-commerce secara umum, pola perilakunya juga sering ditemukan pada penjualan produk digital, webinar, course, membership, mentoring, maupun event online.

Berikut beberapa alasan paling umum yang menyebabkan calon pembeli batal melakukan pembayaran.

1. Biaya Akhir Tidak Sesuai Ekspektasi

Baymard menemukan bahwa 39% pembeli membatalkan transaksi karena muncul biaya tambahan yang tidak mereka perkirakan sebelumnya.

Dalam konteks produk digital, biaya tersebut bisa berupa biaya admin, biaya layanan, atau biaya lain yang baru muncul saat checkout.

Bagaimana UTAS membantu?

UTAS menampilkan total pembayaran secara transparan sehingga pembeli dapat mengetahui nominal yang harus dibayarkan sejak awal.

2. Harus Membuat Akun Sebelum Membeli

Sebanyak 19% calon pembeli membatalkan checkout karena diwajibkan membuat akun terlebih dahulu.

Ketika seseorang sudah siap membeli, proses registrasi tambahan sering kali menjadi hambatan yang tidak perlu.

Bagaimana UTAS membantu?

Pembeli dapat melakukan transaksi dengan proses yang sederhana tanpa dipaksa melalui alur registrasi yang rumit.

3. Proses Checkout Terlalu Panjang atau Membingungkan

Riset Baymard menunjukkan bahwa 18% pembeli meninggalkan checkout karena prosesnya terasa terlalu panjang atau kompleks.

Setiap langkah tambahan berpotensi menurunkan tingkat konversi.

Bagaimana UTAS membantu?

Checkout UTAS dirancang agar pembeli dapat menyelesaikan pembayaran dengan cepat tanpa langkah yang tidak diperlukan.

4. Pembeli Kurang Percaya Terhadap Sistem Pembayaran

Sebanyak 19% pembeli membatalkan transaksi karena tidak yakin terhadap keamanan pembayaran di website tersebut.

Hal ini biasanya terjadi ketika halaman checkout terlihat kurang profesional atau metode pembayaran yang tersedia tidak familiar.

Bagaimana UTAS membantu?

UTAS terintegrasi dengan payment gateway terpercaya dan menyediakan berbagai metode pembayaran yang sudah umum digunakan masyarakat Indonesia.

5. Halaman Checkout Mengalami Error atau Gangguan

Menurut data Baymard, sekitar 15% pembeli membatalkan transaksi karena mengalami error, gangguan teknis, atau masalah saat checkout.

Bahkan calon pembeli yang sudah berniat membeli bisa kehilangan momentum apabila proses pembayaran terganggu.

Bagaimana UTAS membantu?

UTAS terus melakukan pemantauan dan pengembangan sistem agar proses transaksi berjalan lebih stabil dan nyaman bagi pembeli.

6. Metode Pembayaran Tidak Sesuai Kebutuhan

Sebanyak 10% pembeli membatalkan transaksi karena metode pembayaran yang mereka inginkan tidak tersedia.

Ada yang lebih nyaman menggunakan QRIS, e-wallet, virtual account, atau kartu kredit.

Bagaimana UTAS membantu?

UTAS menyediakan berbagai metode pembayaran, mulai dari Virtual Account, E-Wallet, QRIS, Retail Outlet, hingga Kartu Kredit.

7. Mereka Belum Siap Membeli Saat Itu

Menariknya, alasan terbesar sebenarnya bukan masalah teknis.

Baymard menemukan bahwa sekitar 43% pengunjung yang meninggalkan checkout mengaku memang masih sekadar melihat-lihat atau belum siap membeli saat itu.

Karena itu, tidak semua checkout yang gagal berarti produk Anda tidak menarik.

Bagaimana UTAS membantu?

Seller dapat memanfaatkan email marketing, automation, dan strategi follow up untuk mengajak calon pembeli kembali menyelesaikan transaksi di lain waktu.

Kesimpulan

Banyak transaksi gagal bukan karena produknya kurang bagus, melainkan karena adanya hambatan dalam proses pembelian.

Riset Baymard selama lebih dari 14 tahun menunjukkan bahwa faktor seperti biaya yang tidak transparan, checkout yang rumit, kurangnya kepercayaan, keterbatasan metode pembayaran, hingga gangguan teknis menjadi penyebab utama pembeli membatalkan transaksi.

Karena itu, pengalaman checkout yang sederhana, cepat, transparan, dan terpercaya menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan konversi penjualan.

References: https://baymard.com/research/checkout-usability 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *