3 Cara Merekrut Karyawan

Pada artikel sebelumnya, saya sudah pernah membahas mengenai kapan perusahaan membutuhkan karyawan.

Ketika Anda sudah merasakan pentingnya memiliki tim dalam mengembangkan bisnis, maka Anda akan mulai memikirkan untuk merekrut banyak karyawan. 

Karena Anda tidak mungkin membesarkan bisnis sendirian. Diperlukan tim yang solid, karyawan yang loyal dan mitra yang saling menguatkan.

Mungkin ada banyak hal yang akan Anda khawatirkan dalam membentuk sebuah tim. Misalnya modal, hasil dan kinerja.

Berbicara mengenai kinerja kali ini Saya ingin membagikan tentang bagaimana cara merekrut karyawan agar Anda tidak salah pilih dan mampu mendukung bisnis Anda dengan kinerjanya.

Cara Merekrut Karyawan

Ada 3 hal yang harus Anda perhatikan jika ingin merekrut karyawan. Di antaranya adalah :

Lihat Passionnya

Ketika merekrut karyawan, pastikanlah untuk merekrut orang yang memiliki passion yang tinggi di bidang yang ingin Anda berikan / tetapkan. 

Karena passion lah yang akan membuat mereka bekerja mati-matian untuk Anda, bahkan dapat menjadi loyal.

Selain itu, jika seseorang memiliki passion dalam bidang yang ia kerjakan. hal itu dapat menimbulkan rasa bahagia. Sehingga pekerjaan tersebut akan menurunkan tingkat stres di dalam dirinya.

Perhatikan Skillnya

Pastikanlah Anda merekrut orang yang sudah memiliki skill.

Jangan sampai Anda merekrut orang yang sama sekali tidak tahu menahu mengenai bidang yang ingin Anda berikan / tetapkan. Jika terjadi, Anda mau tidak mau harus melatihnya dari nol dan itu akan memakan waktu yang lama.

Buktikan Integritasnya

Pastikan orang yang Anda rekrut memiliki integritas. 

Ini berhubungan dengan kejujuran dan sikap dia. Hal ini memang paling sulit dinilai, tapi bisa dilihat dari track record dia.

Anda bisa melakukan beberapa penilaian atau wawancara mengenai, cara karyawan dalam membuat keputusan, mengatur emosi, berkomunikasi, dan lainnya.

Itulah dia 3 hal yang harus Anda perhatikan jika ingin merekrut karyawan. Dan jika Anda hanya dapat menemukan 2 hal dari calon karyawan Anda, beberapa skenario yang mungkin dapat terjadi.

  • Bila Anda memiliki karyawan yang punya skill & integrity, tapi tidak punya passion, Anda masih bisa memotivasinya, bahkan memutasinya ke divisi lain sesuai dengan passionnya.
  • Bila Anda memiliki karyawan yang punya passion & integrity, tapi tidak punya skill, Anda masih bisa melatihnya sampai benar-benar bisa.
  • Bila Anda memiliki karyawan yang punya passion & skill, tapi tidak punya integrity, nah ini dia yang bahaya! Karena lama kelamaan, dia akan menggerogoti dan jadi virus di perusahaan Anda. Bahkan, bisa saja mereka akan menjadi kompetitor Anda di masa yang akan datang.

Maka dari itu, hati-hati, pastikan Anda merekrut karyawan Anda dengan benar. Bukan semata-mata karena “yang penting ada”, tapi memang karena mereka sesuai dengan karakter dan kebutuhan yang Anda inginkan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.