Berbisnis itu Pasti Punya Masalah

Bismillah…

Apakah Anda pernah mengalami hal di bawah ini?

  • Jualan, dicibir mulu…
  • Partneran, ditipu mulu…
  • Rekrut karyawan, nyusahin mulu…
  • Ngiklan, boncos mulu…
  • ..dan hal-hal menjengkelkan lainnya.

Gimana, pernah? Bagaimana rasanya? Pasti kesal dan bikin dongkol banget, kan?

Padahal, hal di atas sangat lumrah terjadi pada setiap pengusaha. Masalahnya, mungkin tidak semua pengusaha sadar akan hal tersebut. Sialnya, beberapa dari mereka justru mengeluh dan selalu baper setiap kali mengalami permasalahan di atas.

Jadi, kalau memang Anda nggak siap menerima masalah-masalah di atas, mending nggak perlu memulai berbisnis. Lebih baik jadi karyawan dulu, biar merasakan suka dukanya! Sebab, karyawan juga memiliki banyak permasalahannya tersendiri, misalnya:

  • Gaji, segitu-gitu aja. Dikit…
  • Kerjaan, gitu-gitu aja. Bosen…
  • Gajian, cuma bisa nutupin cicilan.
  • Liburan, mesti nunggu akhir pekan.
  • …dan hal-hal sejenisnya.

Hal di atas adalah permasalahan yang mungkin umum terjadi dan masalahnya terkadang gak akan kelar-kelar. Karena apapun profesinya, pasti ada masalahnya tersendiri. Bener nggak? 

Kembali lagi membahas topik bisnis.

Ingat, bisnis itu gak pernah punya masalah. Bisnis itu benda mati, nggak ada nyawanya, yang dihuni oleh makhluk hidup bernyawa bernama Manusia. Dengan kata lain, kalau sebuah bisnis terasa bermasalah, mungkin saja, manusia di dalamnya yang bermasalah.

Dan dalam bisnis, orang-orang yang berada di tim Anda itu nggak bisa disalahkan begitu aja. Kenapa? Sebab, sebagai leader / owner, Anda lah yang mesti bertanggung jawab atas semuanya.

Misal, kalau jualan Anda dicibir mulu, ya ubah cara jualannya. 

Pelajari lagi gimana caranya agar orang nyaman dengan jualan Anda. Cari tahu caranya agar mereka mau dengerin Anda, mau baca penawaran Anda, dan mau bertransaksi dengan Anda. Pelajari terus ilmunya, sampai ngerti dan sampai ahli.

Kalau partneran ditipu mulu, berarti Anda perlu lebih hati-hati lagi kedepannya. Jangan emosian dalam mengambil keputusan. Pasang alarm yang kuat dalam diri Anda, dan juga ingat:

  • Jangan mentang-mentang yang ngajak partneran teman dekat, Anda terima ajakannya begitu saja.
  • Jangan mentang-mentang yang nawarin bisnis adalah ustadz, Anda percaya begitu saja.
  • Jangan mentang-mentang yang invest adalah kerabat dekat, uang investasinya Anda terima begitu saja.
  • Jangan begitu. Anda perlu cek track recordnya dulu. Harus jelas hitung-hitungannya dan ada data yang bisa Anda perhitungkan.

Dengan mengetahui hal tersebut, tentunya untuk menjalankan bisnis itu ribet., Tapi mending ribet di awal tapi enak di akhir, daripada nyantai di awal tapi eneg di akhir. Jadi, jangan mau ditipu terus.

Selanjutnya, kalau punya karyawan nyusahin mulu, Anda perlu ubah cara rekrutmen dan pembinaannya. Jangan cuma asal rekrut.

Jangan mentang-mentang lagi butuh cepat, yang penting dapat. Bukan seperti itu caranya dalam merekrut karyawan yang benar. Anda perlu mempunyai sistem rekrutmen yang benar, agar tidak salah sasaran dalam merekrut karyawan.

Nah, kalau ngiklan boncos mulu, pelajari kembali fitur iklannya seperti, Facebook Ads, TikTok Ads, Google Ads, dan sejenisnya dengan benar. Teruslah belajar dan riset mengenai hal tersebut. Pelajari juga caranya copywriting yang bener. 

Jangan dikit-dikit mengeluh dan baperan. Kalau mau berbisnis, mesti punya mental yang kuat. 

Kalau ngimpi ingin punya omset milyaran, bawaan mentalnya masih recehan dan banyak menyalahkan. Itu omong kosong!

Kalau Anda merasa tersinggung dengan tulisan saya ini, nggak usah kesinggung dan gak usah baper. Karena tulisan ini ditunjukan kepada orang-orang yang belum “sadar” bahwa dirinya perlu belajar dan berhenti menyalahkan.

Keep responsibility to your business… Karena bisnis Anda adalah cerminan diri Anda yang sesungguhnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published.